TSz9GpG8BSC9BSrpTSA8TfWoTd==

Slider

Reuters: Tiga Raksasa Teknologi China Pesan Lebih dari 3 Juta Kartu Nvidia

Kantor pusat Nvidia di Santa Clara dalam foto arsip 2018.
Foto arsip kantor Nvidia, 4 Agustus 2018, bukan foto kartu RTX PRO 5500. Foto Coolcaesar; versi berkas dengan koreksi oleh Jacek Halicki, Wikimedia Commons, CC BY-SA 4.0. Tidak diubah lebih lanjut.

Reuters dalam laporan 20 Oktober 2026 menyebut ByteDance, Alibaba, dan Tencent menempatkan pesanan lebih dari tiga juta kartu Nvidia RTX PRO 5500. Nilai kolektifnya diperkirakan melampaui US$35 miliar berdasarkan harga daftar. Angka tersebut bukan nilai transaksi yang sudah selesai, melainkan perkiraan nilai daftar untuk pesanan yang disebut oleh dua orang yang memahami perkara dan tidak disebutkan namanya.

Pesanan belum berarti seluruhnya akan terkirim

Dua sumber Reuters memperkirakan harga satu kartu berada di sekitar US$11.400. Nvidia juga disebut belum dapat menjamin pemenuhan seluruh pesanan. Kesimpulan itu didukung oleh dua sumber dan seorang sumber ketiga yang mengetahui situasi tersebut.

Dalam tanggapan yang dimuat Reuters, juru bicara Nvidia mengomentari pembatasan ekspor Amerika Serikat dan kondisi pasar China, tanpa mengonfirmasi kuantitas pesanan yang disebutkan. Dengan demikian, pembaca sebaiknya memandang angka tiga juta kartu dan nilai lebih dari US$35 miliar sebagai informasi dari sumber anonim, bukan pengumuman resmi Nvidia atau kepastian pengiriman.

Ditujukan untuk beban kerja AI

Menurut tiga sumber Reuters, kebutuhan utama di balik pesanan itu adalah AI inference, yaitu proses menjalankan model kecerdasan buatan yang sudah dilatih untuk menghasilkan prediksi atau jawaban. RTX PRO 5500 merupakan kartu workstation untuk komputer profesional, bukan GPU gaming biasa. Kategori ini ditujukan untuk pekerjaan profesional dan pusat kerja pengembangan, sehingga kabar tersebut tidak otomatis berarti harga GPU gaming di Indonesia akan naik.

Untuk pembelian PC pribadi, pertimbangan kebutuhan, VRAM, dan kompatibilitas tetap lebih relevan daripada besarnya pesanan perusahaan AI. Baca panduan memilih kartu grafis sesuai kebutuhan PC sebagai pengantar faktor yang perlu diperiksa.

Reuters melaporkan RTX PRO 5500 dipandang sebagai alternatif yang masih memenuhi aturan ekspor Amerika Serikat ke China. Produk Nvidia B300 disebut dilarang dikirim ke China, sementara H200 ditinjau berdasarkan kasus per kasus dan memerlukan lisensi. Laporan tersebut tidak menyatakan bahwa Amerika Serikat telah melonggarkan aturan ekspor.

Dua sumber juga menyebut sampel dapat dikirim pada Desember, dengan pengiriman komersial mulai kuartal pertama 2027. Jadwal itu masih berupa perkiraan sumber dan bukan kepastian bahwa semua pesanan akan diproduksi atau tiba sesuai rencana. Perkembangan ini menunjukkan besarnya permintaan komputasi AI di perusahaan teknologi China, sekaligus memperlihatkan batas pasokan dan regulasi yang masih membayangi rantai pasok chip. Namun, dampaknya bagi konsumen dan pasar perangkat keras umum masih belum dapat dipastikan.

Special Ads
Special Ads
Special Ads
© Copyright - Komputer
Berhasil Ditambahkan

Type above and press Enter to search.